Hamil, punya bayi hal-hal yang dinanti buat sebagian orang, hal yang membahagiakan sekaligus bikin khawatir, dan bertanya-tanya bagaimana ini dan itunya. Apalagi buat perantau nan jauh dari orang tua yang biasanya menjadi tempat bertanya sekaligus teman buat sharing dan berkeluh kesah. Meskipun sekarang adalah bayi kedua, hal-hal yang penuh tanya seputar kehamilan dan bayi masih tetep ada. Pengalaman yang dulu masih sering dipakai, kegagalan yang dulu dicari-cari lagi penyebabnya jangan sampai terulang. Masih tetep tanya-tanya orang tua lewat telepon yah semakin banyak masukan semakin baik tinggal saya sendiri yang memilah-milah, karena pada dasarnya saya sendiri yang tau apa yang saya butuhkan. Kalau dulu kehamilan dan bayi pertama, saya ikutan beberapa milis, terasa sekali banyak manfaatnya bahkan teori-teori baru mutahir yang sebagian menggilas teori-teori kuno nenek moyang membuat orang tua dan si-mbak pengasuh bayi saya mengangguk-angguk, syukur mereka mengerti. Jadi saya tidak dihadapkan 2 teori dan buat saya adu argument sama ibu, jadi penerapan teori-teori baru bisa lancar. Seperti asi yang dulu empat bulan sekarang enam bulan, bahwa gurita bisa dilepas setelah puput puser dan masih banyak lagi.Dikehamilan kedua tanpa sengaja saya menemukan sumber komplit special pake telor ;), infonya ada, tempat sharingnya juga ada pokoknya satu jendela banyak informasi, theurbanmama.com, tinggal dikampung seperti saya tetep bisa menjadi urban mama tentunya (capex deh). Pertemuan yang tak disengaja, berawal suka membaca blognya istribawel.com, dari pertama sampe sekarang theurbanmama mengalami perkembangan pesat apa aja ada. Saya tinggal pilh-pilih menu untuk kebutuhan anak pertama saya berumur lima tahun, melewati masa kehamilan kedua, dan kebutuhan-kebutuhan bayi kedua. Untuk kebutuhan sisulung, dari mencari sekolah yang sebentar lagi masuk SD sampai tentang kamarnya yang ia ingin décor cewek banget bisa saya jumpai infonya di theurbanmama, untuk bayi kedua yang baru berumur tiga bulan dari info seputar asi sampai persiapan berkenalan dengan makanan pertama. Meskipun saya tidak aktif memberi komentar tapi saya mudah-mudahan termasuk yang rajin membaca atau mencari-cari info yang saya butuhkan. Bahkan ibu saya bilang “coba tolong cariin di web itu(maksudnya: theurbanmama)”, suatu ketika tetangga saya membutuhkan suatu info tentang bayi.
Mengutip tulisan seorang Musdalifa Anas, “Bagi saya, menjadi full time mom atau working mom adalah suatu pilihan. Tapi menjadi ibu, bukan lagi pilihan, tapi tanggung jawab”.
Setuju sekali, sebagai ibu yang bekerja tentu sering dihadapkan dengan dilema bagaimana tidak harus melepaskan bayi yang begitu lemah ke tangan orang lain (baca:pengasuh), perasaan bercampur aduk, saya tidak tahan dengan kepasrahannya, sering kali air mata menetes tatkala saya sudah harus ke kantor, hanya doa sebagai penenang “Ya Allah, Engkaulah sebaik-baik penjaga”.
Masa cuti 3(tiga) bulan saja, padahal masa asi exclusive 6(enam) bulan, seorang ibu tentu ingin memberikan yang terbaik saya juga ingin. Waktu anak pertama saya sukses melalui masa 6(enam) bulan asi exclusive. Dan ingin begitu juga untuk anak kedua ini. Di kantor saya sempatkan baca-baca theurbanmama, pokoknya saya pulang dengan info baru, buat si sulung dan si dedek juga buat saya sendiri bahkan si papa juga kebagian :). Meskipun kuantitas saya berkurang tapi saya tak ingin kualitas saya ikut berkurang. Semakin semangat ditemani theurbanmama, merasa ada teman-teman senasib seperjuangan walaupun mungkin berkilo-kilo meter jauhnya. Mereka bisa saya juga harus bisa. Semangat!
0 comments:
Post a Comment