Pages

20 January 2004

Ngantuk

Gara-gara tidur larut malam di kantor jadi ngantuk. Semua kerjaan jadi bikin suntuk, suntuk karena pengennya tidur. Tadi malam filmnya bagus, klo aku sih suka banget emang film drama, tadi malam kebetulan di tv jam 11 ada acara film drama judulnya "double joupardy" .
Double joupardy itu bahasa hukum dimana seseorang dikenai dua tuduhan yang sama. Dalam hukum di negara Amerika ini tidak berlaku. Seperti dalam film itu... Seorang wanita yang dikenai tuduhan membunuh suaminya tidak bisa dijatuhi tuduhan membunuh suaminya (orang yang sama) itu lagi.
Ceritanya begini Pasangan suami istri sedang berlibur di tengah laut di kapal pesiar , ternyata liburan ini adalah sandiwara suami untuk mendapatkan uang asuransi dengan jalan memperdaya istrinya. Istrinya yang terbangun melihat darah berceceran dengan pisau di atas kapalnya. Polisi kemudian menangkap Libby (istri) karena dia dianggap sebagai pembunuh suaminya, sampai disini Libby masih belom tau kalo semua ini adalah rekayasa dari sang suami. Hingga oleh pengadilan Libby divonis dengan 6 tahun penjara. Hingga akhirnya dia tau bahwa semua ini adalah rekayasa sang suami, perjuangannya adalah untuk mendapatkan anaknya kembali.
Disetir oleh kebencian terhadap suami, Libby terus mencari jejak suami yang berkali-kali telah berubah identitas dan untuk mendapatkan anaknya.
Akhirnya ia membunuh suaminya tanpa ada yang bisa menjebloskannya ke Penjara karena "double joupardy" berlaku.
Filmnya seru banget, haru dengan naluri seorang ibu untuk menemukan anaknya kembali dan Perjuangan untuk membalas sakit hatinya kepada sang suami.

Tuhkan bagus, jadi nggak nyesel juga begadang tadi malam. :)
Dah ah mau kerja lagi

19 January 2004

Beda

Beda

Beda itu mulai terasa, inilah kali pertama semenjak ikatan itu, sebenernya bukan pertama beberapa juga terjadi beberapa waktu lalu, tapi masih kita tersenyum. Sore itu sungguh aku tidak tau apa yang membuatmu marah.
Aku mengingat semua kata-kata yang terlontar, apakah tentang piano butut kita yang aku ingin untuk diperbaiki, atau karena aku terlalu lama memasang tali sepatu. Aku tau ini melelahkanmu, berfikir untuk aku dan untuk studimu. Karena itu kau tidur, tak mengapa bagiku. Mudah-mudahan setelah tidur tenang hatimu.
Tapi siang itu setelah bangun aku bingung mendapatkanmu membereskan buku-bukumu dan pergi.
Bukan aku menyalahkanmu karena air mataku, tapi aku memang mungkin bermasalah dengan air mata yang terlalu mudah keluar. ughhhh...rasanya aku ingin memarahi diriku "JANGAN NANGIIIIIIIIIISSSSSSSS, TEGARRRRRRRRRRRRRRRR". Kau tau saat mengantarmu sampe ke gerbang aku menahan nangis. Untunglah masih bisa tertahan sebelum aku sampe ke kamarku.
"Ugghhhh" tangisan siang itu ternyata membekas.
Terpaksa aku berbohong untuk mata yang sembab ini "mm ini karena aku kelamaan tidur"
"hmm my god, apa aku terus berbohong sih biar aku terlihat tak pernah menangis"
Kayaknya temen-temenku percaya "yes sukses", aku memang sudah jadi pembohong ulung.
Aku bertahan tak akan mendahului sms. Tak ada kabar, dan tak ada yang menanyai kabarku.
"ughh, masih kekanak-kanakan".
Di kantor pagi ini tak seperti biasanya, ada beberapa nomor yang harus kuhubungi biasa, maklumlah lagi cari tempat tinggal untuk berdua.
"mungkin masih marah" selalu saja begini, aku mau jangan pernah pergi dengan marah.
Hari ini janji liat rumah, mungkin agak kaku, kan habis perang dingin.

14 Januari 2004
Ternyata nggak sekaku yang kubayangkan, kita bertemu seperti biasa, seperti tak pernah ada perang. Perang kedengarannya sesuatu yang ganas sekali. "hmm xrammmmm ..."
Malam ini kita bersama, kita saling bercerita, aku banyak mendengarkanmu. Rasanya sudah lama dirimu tidak bercerita tentang .., mm tentang apa aja dalam hidupmu. Aku mulai mendengarkanerita ...
"yang satu mobilnya sedan tapi gak terlalu cakep, yang satu mobilnya nggak terlalu bagus tapi cakep
hmm..gara-gara harus pindah ke jakarta, jadi pisah dong"
Aku berusaha tetap mendengar aku tidak terlalu peduli dengan apa yang kurasa, seperti kamu yang tidak terlalu peduli akan aku saat bercerita itu. "Ah..paling cuma ge er aja kalii" sesekali aku menimpali
"Eh keliatan dong mana yang suka itu " kayaknya itu begitu mengesankan terlihat jelas dimatamu.
Beda itu terlihat jelas antara kita, aku menekan segala perasaan yang membuat aku mulai bersedih.
Rasa aku terpojok aku merasa menjadi orang yang bersalah saat ini. Aku dalam posisi yang salah, mungkin bukan aku yang harus jadi istrimu.

15 Januari 2004
Pagi-pagi kita sudah bersiap-siap untuk memastikan air mengalir di rumah yang akan kita kontrak. Agak buru-buru karena sudah hampir terang :) airnya agak susah. Daerah itu airnya mengandalkan PAM, dari PAM air mengalir dijadwal, kita kebagian mengalir pagi jam 5 sampe 7. Buru-buru karena waktu itu sudah menunjukan pukul 6 pagi.
Sampai disana..
"nggak ada selang... hmm jadi nggak bisa liat bak air penuh "
"berarti besok kita dateng lagi"
"hmm ..kok rasanya masih ragu".
"Tapi gara-gara ragu juga rumah yang pemandangannya bagus itu akhirnya diambil orang :("
Sejak pertama berdua baru sekarang ini aku benar-benar seperti layaknya ibu rumah tangga. Pagi-pagi itu aku menyiapkan sarapan sederhana sih roti tawar diisi dengan telur dadar. "hmm.. enakkkk"
Aku melupakan kesedihan itu.
Malam itu kita sama-sama cari benda bernama selang yang panjangnya kira-kira 5 meter. Akhirnya benda itu didapatkan dari kantor.

19 Januari 2004
My blog, Aku orang yang tidak tau diri, terlalu banyak meminta. Saat tenang, aku berpikir bahagiaku bersamanya. Itu saja, selebihnya adalah aku yang kurang bersyukur, sehingga aku sangat mudah memanfaatkan kala sedihku untuk menyalahkan orang. Maafkan aku. Semoga aku lebih bisa belajar memperbaiki diri ini.

10 January 2004

Koko menikah

Koko menikah heee selamat ya ko. Koko menikah di ged yang sama dengan mbak rini waktu lalu. Di gedung Husein, nuansa putih melati, dekor yang bagus. wangi melati tak kalah dengan wangi makanan hmm tempat perbaikan gizi. baksonya enakkkk, somaynya juga enak, enak semua. Ayo siapa lagi yang pesta undang-undang ya.

01 January 2004

Bogor 1 Januari

Selamat datang Tahun Baru 2004, hari ini di Bogor, di rumah Mas ada selamatan keluarga. Formatnya kayak pesta kebun, memperkenalkan aku sebagai keluarga baru. Hmmm mudah-mudahan aku bisa diterima di keluarga ini, aku agak kaku. Aku harus bisa menempatkan diri, sebagai orang baru aku harus pinter-pinter membaca karakter tiap-tiap saudara baru. Aku ingin menjadi orang yang tepat.
Kadang-kadang kedekatan mereka membuat aku cemburu hmm. Teringat akan semua keluarga di Jambi.
woooiiiii... pisssss untuk jambi. Lia sayang kalian semua.