Pages

30 November 2015

saya lalai ?

seorang temen berkata ..saya itu lalai. setelah itu beberapa hari saya mikir dan menyalahkan diri sendiri kenapa saya begitu lalai..saya membenarkan apa yang teman katakan untuk saya. tanpa berani saya ngaca. saya terlalu takut untuk ngeliat diri sendiri. dan mempercayai bahwa saya lalai.
lama saya mencari-cari kenapa saya lalai. dan selalu berujung pada kemarahan pada diri sendiri. bayangkan berhari-hari saya tak berani melihat kedalam diri. saya selalu menyalahkan diri sendiri karna ngga punya alasan kenapa saya lalai. atau saya yang ngga pandai dan tak bisa melihat kenapa saya lalai.
hidup saya jadi tidak bahagia. selalu merasa bersalah. saya menjalani semuanya tapi dari dalam saya memendam rasa bersalah mendalam cuma gara-gara katanya saya lalai. dan bodohnya saya meresapi terlalu dalam kata-kata itu.

siang ini selepas menjemput kid dari sekolah dan mengantarnya pulang saya mampir di sebbuah warung membeli minuman dingin. tiba-tiba dari dalam hati saya seperti bertanya siapa dia yang bilang kamu lalai.
emang hidup dia benar. benar ya...karena kadang kebenaran itu tak terlihat.
mungkin dia sudah bekerja mapan terlihat sempurna tapi dapat darimana ..awalnya bagaimana apakah prosesnya benar.
pertanyaan terbalik ini membuat saya sedikit lega.
saya  melakukan semuanya dengan benar. saya masuk sekolah, pekerjaan dan apa yang saya dapat dari proses yang benar. tidak kkn tidak menyogok tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. semua orang memilih jalannya sendiri. saya menghargai itu.
sedikit lega..tapi saya masih merasa lalai.






12 November 2015

Hemat Pangkal Kaya

suasana pagi dirumah selalu sibuk, walaupun sudah mulai bangun dari jam 4 tetapi aktivitas dapur dan persiapan lainnya ke sekolah dan kantor baru dimulai pukul 6 pagi. yang masak nasi, masak air buat mandi, yang masak buat sarapan dan bekel di sekolah.
pagi ini pagi-pagi stel tivi biar rame biar gaduh padahal yang didapur sudah main akrobat semua masakan harus siap saji 15 menit saja. boro-boro ngedengerin isi tivi. tapi ampuh buat yang kecil langsung bangun pindah tidur dari kasur ke sofa ruang tengah. ngga harus digendong. 

sambil nunggu yang didapur saya bersih-bersih kamar, masuk kamar kakak yang habis mandi ngomel-ngomel ngedenger iklan ditivi hemat pangkal kaya. 
"kita hemat tapi nggak kaya-kaya tuh"
saya jadi tertawa ngedenger dumelannya...
 kakak ini suka protes setiap "kebijakan" yang diberlakukan di rumah. 
suka banget sama buku, rajin baca buku tapi buku cerita bukan buku pelajaran, dulu kkpk (kecil-kecil punya karya) mizan, kemaren sukanya detektif conan dibeli dari uang jajan atau uang ampau yang dikumpulin, kalo kurang atau duitnya ngga sesuai dengan keinginannya sering kali ini terjadi hehehehe duitnya cukup untuk 3 buku tapi keinginannya 4 buku " bunda tambahi ya" kalo ngga mau air matanya udah mulai membendung aja di matanya. begitulah kakak.
setiap mau tidur malam ada banyak buku yang ia bawa untuk tidur..boneka-boneka sudah tersisihkan berdebu diatas lemari. buku yang ia bawa semua udah selesai dibaca kalopun mau dibaca ulang paling hanya satu selanjutnya udah masuk ke dunia mimpi.

begitulah kakak, yang sangat diidolakan oleh adeknya
pernah masih di toko buku mau beli yang judulnya Keluarga Super Irit.
maksudnya mau nyindir orang tuanya.."niy" sambil nyodorin tuh buku
saya geleng-geleng kepala ngga..
"kenapa ngga..itukan kelurga kita banget"

ups...ngga terasa sudah waktunya kakak berangkat sekolah..klakson mobil jemputan yang khas sudah bersuara nyaring depan rumah.

selamat belajar kak






04 November 2015

no hard feeling

maklum...sering denger dong kata-kata itu. secara pribadi sungkan sekali saya mengharapkan maklum orang. dan saat ini seperti tak terelakan dan menyadari ga mudah untuk mendapati maklum orang lain.
no hard feeling atas semua yang harus saya terima dan menganggap semua angin lalu. dibalik itu saya ngaca mengoreksi diri dan lebih mendandani semua dengan lebih baik. walaupun harus wara-wiri dan kebut-kebut cantik. semua kewajiban saya upayakan untuk bisa saya selesaikan sendiri. walaupun nggak memungkinkan tapi saya handle bagian besar.
paling tidak saya berusaha...
mungkin menganggap ini hal kecil, tapi dari hal kecil inilah kita menjadi besar bukan..bukankah yang sering membuat kita terjatuh adalah kerikil-kerikil kecil

agak merepotkan memang mondar mandir ninggalin kantor even cuma memanfaatkan jam istirahat, Alhamdulillah rumah relatif dekat dengan kantor. tidak terbayang jika rumah masih di dramaga nun jauh disana. selalu ada pertolongan Allah. saya kayaknya lebih baik mikirin tentang apa yang Allah telah kasih ke saya daripada mikirin apa yang makhluk ini lakukan dan ucapkan ke saya.

Alhamdulillah...

03 November 2015

Yoga Class

Sebulan terakhir ini saya mulai rutin mengikuti yoga. awalnya tidak disengaja pas baru keluar rumah tetangga blok sebelah pasang spanduk yoga untuk pemula. perfecto.....!!! yoga, dekat rumah pula dan yang harus digarisbawahi adalah untuk PEMULA diberi huruf besar semua pula untuk mempertegas.
Sebelumnya keliling-keliling nyari yoga bersama teman dan datangnya pun telat. al hasil niat yoga hari itu urung tempatnya penuh, jadinya cuma mengamati  dari luar.

dari mata turun ke hati dari mengamati itu saya jatuh hati..sama olah raga ini.
hari berlalu saya menyerah untuk mencari yoga karena kebanyakan jadwal yang bentrok dengan kesibukan saya sehari-hari yang harus ngantor, anter jemput anak untuk sabtu minggu jadi nggak nemu dan pesimis ngga bisa aja. alternatif lain olah raga saya berenang dan lari. Dari dulu suka dengan lari. dari perumahan masih sepi dan sekarang lagi booming lari dan saya malah ngga lari lagi.

Proses Alami: menua, kaki mulai terasa sakit. aerobic sudah ngos-ngosan ngga bisa hentakan-hentakan keras. dan jatuh hati ini ke yoga. mulai merasa kangen kalo ngga bisa datang pada jadwalnya. untungnya gurunya warm banget, enak banget diajak ngobrol dan yang terpenting dia bisa baca body languange muridnya yang pemula ini.