Pages

28 October 2009

tak berujung

Jalan yang kita tempuh ini tak ada ujungnya,
Terkadang aku ingin menghentikan perjalanan ini
Bukan karena tak berujung
Tapi karena suatu saat nanti kutahu kau akan letih
Dan disaat kau letih, kau merasa menjadi manusia lemah
Dan saat itu kau merasa tak berarti untukku

Saat perjalanan yang kita tempuh, membawa kita tertawa bersama
Disaat itu kita lupakan siapa kita adanya
Kita hanya ingin melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda,
Sampai melupakan semua yang kita miliki selama waktu penundaan itu
Sebenernya perjalanan kita telah sampai.

Dan jika kita lanjutkan perjalanan, semua yang kita miliki harus kita tinggalkan
Aku takan bisa, kaupun takkan bisa
Inilah ujung dari perjalanan kita, anggap saja seperti itu
Meski didepan mata masih panjang jalan terhampar, dan benar tak terlihat ujungnya


28 oktober 2009 01:18 AM

Badai pasti berlalu

Jikalau hidup itu mudah mungkin takan ada orang-orang berbadan sehat lupa ingatan
Kalau saja hidup itu mudah mungkin takanada peristiwa tragis bunuh dan gantung diri
Jikalau saja hidup itu mudah mungkin manusia takan tercipta menjadi makhluk paling sempurna
Kalau saja hidup itu mudah mungkin imbalannya takan seindah surga.

 Rumit hingga takada sekolah formal kehidupan, tak seorangpun yang berani menandatangani ijazah kehidupan.
Kalkulus, kimia, fisika bisa dipelajari sebelum ujian datang.
Kehidupan, tak bisa ditebak ujian yang akan diterima.
Tak ada pilihan lain untuk lari dari kehidupan kecuali menjalaninya dengan baik.
Mencari kambing hitam, pembenaran, menyalahkan diri berkali-kali bukan jalan keluar terbaik.

Jalan terbaik untuk kehidupan, tetap menjalani sesulit apapun ujian itu.
tetap menjalaninya
Dan badai pasti berlalu

lagi mellow

Ada apa sih dengan suasana hati , mellow gini…
Jangan ngikuti cuaca deh yang lagi mendung mulu
Jadwal berkelana (aihhhh minjem kata-katanya kang oma) jadi terganggu, males kemana-mana
Ndak mau jauh-jauh dari bantal, pengennya nempel mulu ujung-ujungnya zzzzzzzz…zzzzzzzzz
Bangun bentar pencet-pencet remote benerin selimut dan zzzzzzzzz lagi. Yang ada tv nonton orang tidur..
Ngelirik kekiri kekanan yang tadi ngebangunin dah ngacirr, tadi pamit
“bun hari ini libur ya”
“hmmm” dengen mata yang tetep merem
“maksud bunda iya?” tanya aya meyakinkan
Ngangguk sedikit sambil benerin bantal menutupi kepala biar ga ada suara yang sampe ke gedang telinga lagi
“bun aya mau main tanah ya”
“iya bole” jawaban singkat padat untuk memperlancar aksi zzzzzzzzzz….zzzzzzzzzzz

Kebanyakan tidur bikin badan makin gak enak .
Cuci motor…motornya dah kotor gitu tapi nanti tuh anak kecil pasti beralih dari main tanah ke main air..no way!
Mandi…masih males
Sarapan..belom laper-laper amat
nge teh… boleh deh.

“bun…”aya mengangkat dua tangannya, pamer tangan penuh dengan tanah.
“yuuuu..” terus ngaduk gelas berisi teh anget
“ih bunda kayak tukang sayurrr ….yuuurrr”
Pura-pura cemberut.
“Kekekeke”, aya cekikikan
“Aya lagi buat apa sih?”
“Nih” nunjuk ke cetakan tanah “ceritanya istana pasir, aya pengen ke pantai, bunda”
“iya tapi ga sekarang, tunggu papa ya”
“kenapa?”
“bunda gak punya uang”
“murah kok nda Cuma tiga ribu kata temen aya” aya pasang muka serius. Dasar tukang acting!
“jangan sekarang musim gempa” mencoba ngeles
“emangnya bunda takut gempa ya?” sambil ngeluarin jari telunjuknya
Senyum kecil, tehnya dah habis, kaki melangkah tak terkendali menuju kamar, menyambut lambaian bantal dan zzzzzzzzz…..zzzzzzzzzz……zzzzzzzzzz
Masih pagi… masih jam 09.00 :P

09 October 2009

here we are


Sekarang, dimana dunia kita benar-benar berbeda kita bicara tentang hari-hari yang tak sempat kita habiskan bersama.
Didunia yang benar-benar berbeda ini, semakin kita sadar dahulu dimana kita berada pada dunia yang sama, ternyata kita sama-sama ingin berada pada dunia yang sama suatu hari kelak.
Masih didunia yang berbeda ini, kita bicarakan tentang dunia kita yang dulu sampai hanyut seakan ingin kembali kedunia itu.
Benar-benar berarti hingga dalam setiap kenangan yang sering kita bicarakan membuat kita lupa dunia kita berbeda adanya.

Benarkah kita ingin kembali ke dunia itu by?
Seberapa berarti dunia itu buat kita, aku dan kamu?
Mungkin dunia itu indah karena telah menjadi kenangan, dan mungkin dunia kita yang sekarang, sebenarnya jauh lebih indah. Setidaknya begitu keyakinanku melihat dan mendengar kabar dari duniamu.
Sorot matamu lebih cemerlang di duniamu kini.
Senyummu lebih mengembang diduniamu yang ini.
Langkahmu lebih tegap berjalan seakan menantang di duniamu yang sekarang.

Seberapa panjang lorong waktu yang kita lalui untuk kembali ke dunia dulu, sadar kita tak akan bisa kembali kedunia itu.
Terkadang setengah memaksa terus menelusuri lorong waktu itu dan selalu kehabisan waktu. Diujung waktu, kita sama-sama terduduk saling menatap, dengan pertanyaan yang sama di kepala, kapan saatnya kita bisa sama-sama menelusuri lorong-lorong waktu lainnya. Belum lagi pertanyaan itu terjawab, kita telah kembali, aku pada duniaku dan kamu pada duniamu.
Dan dunia kita benar-benar berbeda.

05 October 2009

TENTANG GEMPA (ABOUT EARTHQUAKE)

Masih segar diingatan saat gempa yang berpusat di tasikmalaya menggoyang bumi jawa barat bahkan sampe Jakarta. Saya ikut merasakan goncangan bumi beberapa menit itu dengan ketakutan yang luar biasa. Baru-baru ini terjadi lagi kali ini berpusat di Sumatera Barat dengan skala yang lebih tinggi, menelan ratusan korban diikuti dengan gempa susulan yang cukup besar. Bahkan dari apa yang saya dengar jika gempa ini terjadi dalam satu waktu tidak bertahap- sekaligus maka kerusakan yang ditimbulkan bisa sampai Jakarta. Setelah Sumbar keesokan paginya terjadi lagi di perbatasan Jambi dan Bengkulu, dengan pusat gempa di muko-muko (Kab. Kerinci Provinsi Jambi).
Ada apa dengan gempa? Karena pergerakan lempeng bumi, karena murkanya Sang Pemilik Bumi, tanda-tanda hari akhir? Entahlah …
Yang jelas segala sesuatu terjadi karena kehendakNya.
Ustadz Jefri Al Bukhori menyoroti tentang Skala Richter yang terjadi 7 dan 5, menurutnya kalo kita bicara 7(Tujuh) Tujuh ada Surat Al Faatihah dan kalo kita bicara 5(lima) kita bicara tentang rukun islam – penjabaran lebih lanjut kurang ngedengerin.
Ada juga yang menyoroti pukul saat terjadinya gempa ( yang saya baca dari sebuah sms):
Gempa Tasik Pukul 15:04
Gempa Sumbar I Pukul 17:16
Gempa Sumbar II Pukul 17:58
Gempa Jambi Pukul 08:52
Cek Pukul terjadinya gempa dalam Al Quran dengan Jam menunjukan Surat dan Menit menunjukan Ayat. Segera saya cek hasilnya seperti berikut
15:04 -- Surat ke 15 (Surat Al Hijr) Ayat 04 :
“Dan Kami tiada membinasakan sesuatu kotapun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan”
17:16– Surat ke 17 (Surat Al Israa’) Ayat 16:
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
17:58 – Surat Ke 17(Surat Al Israa) ayat 58 :
“Tak ada satu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakan sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh)”
08:52 –Surat ke 8(Surat Al Anfaal) ayat 52 :
“(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras Siksa Nya”

Wallahualam bisawaf
Dan Allah mengetahui segalanya.

Nb : benar adanya penulis mengecek langsung Al Quran untuk surat-surat diatas, tapi penulis tidak mengetahui pasti Pukul berapa gempa terjadi.

“TURUT BERDUKA CITA SEDALAM-DALAMNYA UNTUK SAUDARA-SAUDARAKU KORBAN GEMPA SUMBAR DAN JAMBI ”
Semoga Allah mengganti musibah ini dengan suatu kebaikan. Amin

01 October 2009

About Hubby


Benar adanya akan terasa kehilangan saat sesuatu itu pergi. Teringat dirumah kontrakan dulu saat mesin cuci mati, pembantu gak masuk dan aku harus mencuci baju secara manual (halah!). Wajah cemberut terpasang, waduh hari sabtu harusnya bersenang-senang malah nyuci sebanyak ini ya ini cucian 3(hari) numpuk pluk. Kalo sehari lagi gak nyuci anakku akan kehabisan popok niy. Waktu itu aya masih berumur 2 bulan. Kudorong keretanya menghadap ke ruang cuci-cuci. Satu-satunya pria dirumah ini malah asyik ngeteh sambil nonton tv ma godain wanita karir nyuci baju :P (that’s me).
Karena gak senyum-senyum, dia malah kebingungan bunda kenapa. Pengen dibantuin tau (ngedumel dalam hati). Aku ngerasa dosa banget sekarang, I’m sorry pap, really really sorry. Sudahlah barang tentu itu kewajiban aku malah pake cemberut lagi. Pisss pap.

Soal ngeteh.
Emang sih jarang bikinin teh yang sudah jadi ritualnya suami. Suka keduluan sih pas mau dibikinin dah bikin teh duluan, atau kalo nggak jarang dihabisin. Belakangan malah keseringan bikin sendiri. Ditambah lagi diomongin “tumben” kalo dibuatin. :D
Jadi teringat pesen My Best Friend, “Suami itu no.1” . Iya deh bi (Bi Ef=BF).

Perjalanan pulang menuju rumah aku coba ngingat-ngingat. Moment-moment paling berkesan dulu :
1.      Waktu my special someone mainin piano di aula (gsg= gedung serba guna) kampus dan daku duduk disampingnya menemani. Waktu itu lagu yang dimainin lagunya PADI (lagi-lagi) “Kasih Tak Sampai”. Dia berkata lagu ini harusnya dimaininnya pake harpa jadi mungkin nadanya agak berbeda. Tapi ditelinga saya terdengar sempurna. Saya benar-benar terkesima waktu itu. Sampai tepukan tangan anak-anak kampus beda angkatan yang lagi istirahat dari ruang rapat menyadarkan saya, kalau kita dari tadi dah jadi tontonan. Mereka berteriak lagi dong…lagi dong… Harusnya waktu itu sebelum memainkan lagu untuk kedua kalinya, berdiri dulu menghadap mereka kemudian membungkukan badan jadi kayak mau konser beneran (apaan coba..)
2.      Dapet email pertama kali, perkenalannya mirip curriculum vitae hehehe, abis itu baru saya intip-intip ruangan sebelah yang isinya orang-orang pindahan dari Jakarta. Penasaran yang mana sih orangnya. Terus beberapa hari kemudian enjoy dengan chatting, hari berikutnya dikasih 3 kaset, salah satunya lionel richie dirampok ma aakku. Dasar si aak gak modal banget.
3.      Jadwal rutin tiap minggu pagi di gegerkalong dengerin tausiahnya pak aam amirudin, dihalaman telkom. Bener2 kajian tematik, dengerin mpe nongkrong ngemil sarapan.
4.      Acara nongkrong di sisi jalan juanda Dago, sambil nyerumput coklat menghangatkan dinginnya malam di Kota Bandung. Sambil lirik-lirik cewek bandung yang aduhai-aduhai dan modis-modis mpe lupa tuh kalo yang disampingnya ini cewek juga. Sampe hamil gede, ritual ckolat panas di malam minggu terus berlanjut. Bahkan sampe aya lahir, malah sempet dimarahin tetangga yang perhatian banget ma rumah kita gara-gara  aya kecil pulang malam sambil hujan-hujanan. Ayanya sih gak basah, papanya rela buka jaket buat ngebungkus anaknya biar gak basah. Jadi inget teriakan bude “Ya Ampuuunnnn”. Kita berdua cuma ketawa he he he mesam mesem. Tapi ayanya kuat besoknya masih ceria seperti gak pernah kehujanan.
5.   Waktu lagi jaman-jamannya film trilogi The Lord Of The Ring, janjian nonton waktunya mepet banget gara-gara telat mandi (kebiasaan), duh sepanjang jalan yang ngebonceng manyun aja plus ngomel-ngomel, ih bener aja pas sampe bioskop ngantriiii panjang banget makin panjanglah omelan : lain kali gak boleh gini lagi bla bla bla. Tapi kalo nasib mau nonton telah tertulis tetap aja nonton, sekonyong-konyong (beuuuu), ada cowok menghampiri : mau nonton ya mas mba. ini (sambil menyodorkan dua tiket) cewek saya nggak dateng pake aja ada dua tiket. hmm seketika monyongnya menyusut. akhirnya nonton jugakan.

Banyak lagi cerita yang lainnya tapi berhubung waktu saya dah habis, baru lima aja yang ketulis.
Untuk hubby nun jauh disana : Maaf selama ini daku belum bisa menjadi istri yang seperti diharap-harapkan(helah nafas panjang)