Pages

21 July 2006

Gempa Bumi...What Do U Think?

Pagi ini telepon saya bergetar untuk kesekian kalinya,
sepanjang pagi saudara-saudara di kampung halaman menanyakan kabar,
"baik-baik aja kan?", suara kakak ipar saya diseberang sana.
"hati-hati ya". klik, telpon diseberang ditutup.
Sebenarnya saya sendiri tidak merasakan (ikut bergoyang) saat gempa sore itu.

Semua orang bicara gempa, bicara tsunami yang menelan ratusan jiwa.
Semua subject bertajuk gempa..dimilis, ditivi, dikoran.
Sebenernya apa yang terjadi?

Terlalu beruntun bencana ini, Tsunami di Aceh, gunung merapi, gempa di Yogya dan Jateng, longsor dimana-mana,
gempa dan tsunami di sepanjang selatan Jawa, gempa dan tsunami di selat sunda dan...

"mungkin Tuhan telah bosan melihat tingkah kita.." kata mr Ebiet g Ade dalam lagunya.

"teh...gempa tsunami ya...ck..napa ya...apa dunia ini udah tua ya?",
sapa tetangga saya dalam suasana pagi, saya sedang mengajak Catley berjalan-jalan.

"kayaknya Tuhan dah benar-benar marah ini, lihatlah klo Tuhan sudah berkehendak
dengan air saja bisa menghancurkan segalanya
", begitu percakapan menjelang malam, lengkap dengen brownies bantat :(.

"nih tanda-tanda kiamat, semua diratakan dengan tanah...", kata uyutnya catley tempo hari.

"peringatan nih bagi para koruptor (nyambung gak sih ...namanya juga persepsi orang)" (lupa kata siapa.red)

"indonesia kan emang dikelilingi dengan pertemuan lempeng-lempeng", begitu kata seorang teman saya.

"Banyak juga orang berpendapat bahwa bencana-bencana sekarang ini adalah
pertanda peringatan dari Tuhan yang sudah tak senang dengan umatnya
", kata temen dimilis.

Ada juga yang bilang,"tapi saya berpendapat bahwa drama kehancuran geologis saat ini adalah
siklus alam belaka - semacam regenerasi planet dan semua adalah karena alam (act of nature).
Semua ini adalah pertanda bagi kita untuk waspada, selagi masih ada waktu: prahara mulai melanda, buka mata, pasang telinga!
"

Ya, saya setuju...selagi masih ada waktu.

14 July 2006

Waktu

Ruang waktu sangat sulit dimengerti. Terkadang saya merasa hari demi hari begitu cepat berlalu, tapi saya juga pernah merasa tiap hari bergitu lambat berjalan.Putaran jam masih 24 bukan?, begitu juga putaran menit masih sama.Ntahlah...Aku memandangi anakku yang sedang tertidur lekat-lekat. "anakku sudah besar...",gumamku. Begitu cepat waktu berlalu.

Dalam suatu percakapan sore ini bersama temen lama.
[16:09] saya : kasian deh mr A
[16:10] teman : ha....h a... .ha...
[16:13] teman : Ah.... andai waktu bisa di ulang...
[16:13] teman :-B
[16:13] saya : emang gimana kalau bisa diulang
[16:13] teman : pasti ada "sesuatu" yang beda....
[16:14] saya : kalo saya sih sempet ngirim email ke mr A
Lagi-lagi waktu trasa berlalu dengan cepat.

Kalau saya melongok sejenak ke "jendela" tahun 80-an.
Tentu saja saya tidak bisa mengingat apa yg terjadi pada tahun 80-an awal, karena saya sendiri lahir diujung tahun 70-an.Tapi saya ingat guru favorit TK saya selalu menjalin rambutnya dan menjepitnya tepat diatas kepala. Dan itu jadi model rambut favorit saya kecil.Saya ingat pulang sekolah berhujan-hujanan dengan seragam merah putih, mentertawakan teman yang pipis diam-diam...ha.ha.ha..Hari hujan tentu gak keliatan pikir kami.

Saya menuju "jendela" tahun 90-an.
Saya punya sahabat dari SD hingga SMP, moto kami FF (Friendship Forever!). Kami berikrar siapapun yang menerima surat cinta(maklum ABG) harus dibaca bersama dan dirobek rame-rame.Hingga akhirnya kami saling malu-malu ketika saling mengaku menyukai si- A, si_B dan si-Z.ha..ha..ha..Kami sedih harus berpisah saat SMA. Teman..kapan kita berkumpul lagi lengkap dengan para junior hasil karya cipta :).
Rasanya saya masih ingin berlama-lama melongo di "jendela" ini atau ingin sekali memasuki ruang dimensinya.
Ah ada-ada saja!.
Lagi-lagi saya mulai berpikir, waktu begitu cepat berlalu.

Tapi ini lah saya, berada dalam ruang waktu yang sekarang ditemani dengan dokumen yang harus segera diselesaikan, terasa lama menunggu jam 5 untuk segera pulang. Menjelang weekend bersama my junior, Catley. Love u, Nak.

Diakhir postingan saya, saya menerima ini
[16:52] teman212: mau kemn bu, weekend?
[16:52] saya: main ama catley
[16:53] teman212: hehehe...serasa cepat ya..udah week end lagi
[16:56] saya: iya
Tuhkan !


Have nice weekend for me and U. bye

10 July 2006

aku punya teman


saya kehilangan seorang teman, ntah bagaimana awalnya tiba-tiba saya
dan dia tidak pernah lagi bersms-an, atau saling ber-hai ria di YM
atau saling miss call, atau mengirim email yang gak penting.

Terakhir saya mengunjunginya di Jakarta. Saya rasa semua masih seperti biasa tapi ntahlahh....
Saat harus melahirkan di Bogor saya berharap dia datang, ternyata tidak..
saya tau dia mungkin sibuk, bisi wumen ah kata-kata ini dulu sering
kami lontarkan sekedar becanda atau i bisi-lah..(hiks)

Dulu kita selalu bersama, tidur pun bersama, satu kos, satu kamar, dari satu daerah. Pulang kampung sama-sama. Nangis sama-sama, nyasar bersama.

"hai. Sombong ih..", SMS saya suatu hari
"aduuh kenapa semuanya bilang saya sombong..", sms balasan.

Saya kehilangan dia. Tiap orang punya jalan masing-masing, juga dia, pasti ada satu alasan.
Saya tidak pernah bertanya memang, karna mungkin ini hanya perasaan saya yang begitu kehilangan.

Saya ingat saat bangun tidur saling melempar guling dan ber-'smekdon' ria hahhahha saya selalu kalah. Berebut ngaca saat pake jilbab, saya ingat gaya kakimu saat bercermin hehehhe.
Kita tak pernah kehabisan cerita. Terlalu banyak kenangan bersama, teman.

Saya sudah merasa seperti kakak sebenernya. Walaupun mungkin tidak cukup baik baginya.
Mudah-mudahan yang terlintas dipikiran saya selama ini, salah adanya.

03 July 2006

...

sun, moon, star, blue sky
all things far away from me
but
i step under blue sky ,
i feel warm cause light of sun
i can see still at the night cause the moon
i tell many thing to my daughter
with staring at the star.
i fell so close with them

yes feel close,
they're like u
far away from me
but still in deep of deepest my heart

thanks to give me the beautiful story