Pages

25 December 2010

Tentang Bimo

Akhirnya bongkar muatan juga, tepatnya tanggal 16 September 2010, hari kamis, malam jumat pukul 21.55 wib. persalinan normal, BB : 3,6 kilo, TB : 50 cm. bayi laki-laki. legaaaaa.... setelah perkiraan dokter meleset, dari tanggal 6 september, kemudian 10 september dan akhirnya tanggal 18 september 2010.

persalinan dibantu oleh bidan yohani sumantri, bertempat di sindang barang loji setelah 3 (tiga) hari sebelumnya ditolak karena rembes ketuban, dirujuk ke rumah sakit terdekat. padahal waktu itu masih dalam perayaan idul fitri tidak ada dokter jaga. besoknya setelah rembes ketuban periksa ke dr. geoseffi (duh..dok saya kira dokter teh perempuan ternyata..oh ternyata anyway thanks dok). padahal setiap bulan periksa rutin di rs melania dengan dokter perempuan cantik dan ramah dr. vivi, tapi sayang di detik2 terakhir mau bongkar muatan dokternya sakit.

setelah seminggu menghirup udara di bumi Allah, bayi kecil belom punya namanya just call him adek..adek..adek. suatu hari saking ngefansnya sama upin dan ipin, aya bilang "adeknya dipanggil upin aja ya. ayo dong pa sapa namanya?". emang cerita lama tuh papa suka merahasiakan nama anaknya, pas papa on duty di site nun jauh disana, baru papa sms "papa mau kasih nama, BIMO ADITYA FAUZAN,
Bimo : karena pas lahir berat badannya jumbo
Adity : kepanjangan dari Adiknya Tiara(Aya)
Fauzan : lahirnya masih dalam nuansa hari kemenangan (idul fitri)".

dah 3 (tiga) bulan sekarang, dah mulai masuk kantor. yang paling sering ditanyain "dedeknya dah bisa apa?", dedeknya dari umur 2,5 bulan lagi seneng diajak ngobrol mulutnya mpe manyun-manyun rame, meski baru "auuuuuu..nggeeeehh nggehh", sekarang lagi seneng merhatiin tangannya, yang sering dimasukin ke mulutnya, semuanya pengen dicoba. satu hal lagi seneng banget liat gambar berwarna bisa cekakak cekikik sendiri.

nah gak ketinggalan sekarang lagi hobi nemenin bunda nonton bola Timnas Indonesia main, "apa dek?" ooo katanya "gemes liat pemain indonesia, kok gak ada yg seperti christian gonzales ya, ntar besar adek mo gantiin gonzales ngegolin gawang lawan"...o yayayaya nah berarti ntar aja bunda beli tiket nonton bolanya kalo adek udah besar ya :p

16 December 2010

Terima Kasih The Urban Mama

The Urban Mama Writing Contest Hamil, punya bayi hal-hal yang dinanti buat sebagian orang, hal yang membahagiakan sekaligus bikin khawatir, dan bertanya-tanya bagaimana ini dan itunya. Apalagi buat perantau nan jauh dari orang tua yang biasanya menjadi tempat bertanya sekaligus teman buat sharing dan berkeluh kesah. Meskipun sekarang adalah bayi kedua, hal-hal yang penuh tanya seputar kehamilan dan bayi masih tetep ada. Pengalaman yang dulu masih sering dipakai, kegagalan yang dulu dicari-cari lagi penyebabnya jangan sampai terulang. Masih tetep tanya-tanya orang tua lewat telepon yah semakin banyak masukan semakin baik tinggal saya sendiri yang memilah-milah, karena pada dasarnya saya sendiri yang tau apa yang saya butuhkan. Kalau dulu kehamilan dan bayi pertama, saya ikutan beberapa milis, terasa sekali banyak manfaatnya bahkan teori-teori baru mutahir yang sebagian menggilas teori-teori kuno nenek moyang membuat orang tua dan si-mbak pengasuh bayi saya mengangguk-angguk, syukur mereka mengerti. Jadi saya tidak dihadapkan 2 teori dan buat saya adu argument sama ibu, jadi penerapan teori-teori baru bisa lancar. Seperti asi yang dulu empat bulan sekarang enam bulan, bahwa gurita bisa dilepas setelah puput puser dan masih banyak lagi.

Dikehamilan kedua tanpa sengaja saya menemukan sumber komplit special pake telor ;), infonya ada, tempat sharingnya juga ada pokoknya satu jendela banyak informasi, theurbanmama.com, tinggal dikampung seperti saya tetep bisa menjadi urban mama tentunya (capex deh). Pertemuan yang tak disengaja, berawal suka membaca blognya istribawel.com, dari pertama sampe sekarang theurbanmama mengalami perkembangan pesat apa aja ada. Saya tinggal pilh-pilih menu untuk kebutuhan anak pertama saya berumur lima tahun, melewati masa kehamilan kedua, dan kebutuhan-kebutuhan bayi kedua. Untuk kebutuhan sisulung, dari mencari sekolah yang sebentar lagi masuk SD sampai tentang kamarnya yang ia ingin décor cewek banget bisa saya jumpai infonya di theurbanmama, untuk bayi kedua yang baru berumur tiga bulan dari info seputar asi sampai persiapan berkenalan dengan makanan pertama. Meskipun saya tidak aktif memberi komentar tapi saya mudah-mudahan termasuk yang rajin membaca atau mencari-cari info yang saya butuhkan. Bahkan ibu saya bilang “coba tolong cariin di web itu(maksudnya: theurbanmama)”, suatu ketika tetangga saya membutuhkan suatu info tentang bayi.

Mengutip tulisan seorang Musdalifa Anas, “Bagi saya, menjadi full time mom atau working mom adalah suatu pilihan. Tapi menjadi ibu, bukan lagi pilihan, tapi tanggung jawab”.
Setuju sekali, sebagai ibu yang bekerja tentu sering dihadapkan dengan dilema bagaimana tidak harus melepaskan bayi yang begitu lemah ke tangan orang lain (baca:pengasuh), perasaan bercampur aduk, saya tidak tahan dengan kepasrahannya, sering kali air mata menetes tatkala saya sudah harus ke kantor, hanya doa sebagai penenang “Ya Allah, Engkaulah sebaik-baik penjaga”.

Masa cuti 3(tiga) bulan saja, padahal masa asi exclusive 6(enam) bulan, seorang ibu tentu ingin memberikan yang terbaik saya juga ingin. Waktu anak pertama saya sukses melalui masa 6(enam) bulan asi exclusive. Dan ingin begitu juga untuk anak kedua ini. Di kantor saya sempatkan baca-baca theurbanmama, pokoknya saya pulang dengan info baru, buat si sulung dan si dedek juga buat saya sendiri bahkan si papa juga kebagian :). Meskipun kuantitas saya berkurang tapi saya tak ingin kualitas saya ikut berkurang. Semakin semangat ditemani theurbanmama, merasa ada teman-teman senasib seperjuangan walaupun mungkin berkilo-kilo meter jauhnya. Mereka bisa saya juga harus bisa. Semangat!

14 December 2010

Ibu

untuk bundaku nun jauh diseberang sana, i love u so much, terima kasih telah menjadi ibuku.

Semua tau tak ada sekolah untuk menjadi ibu yang baik. Padahal itu adalah hal yang sangat sulit. sekedar menjadi ibu bahkan hewanpun bisa. Ibunya hewan saja ingin menjadi ibu yang baik, apalagi ibunya manusia sudah seharusnya menjadi ibu yang baik.
Ibu yang bisa mengantarkan anaknya sukses dunia akhirat, ibu yang tampil meyakinkan bahwa benar adanya surga berada ditelapak kakinya. Ibu yang terus menerus belajar menjadi yang terbaik. Terus menerus tanpa henti selalu belajar dari kesalahan masa lalu, pengalaman, buku dan dari kesuksesan ibu lain yang ia anggap sukses.
Ia dianggap salah telah memanjakan anaknya padahal yang ia tahu inginnya ia memberikan yang terbaik.
Ia pernah dianggap terlalu keras padahal yang ia inginkan anaknya menjadi anak yang baik.
Ia yang selalu disalahkan jika anaknya tak sukses.
Ia yang selalu dianggap gagal mendidik
Ia yang selalu dianggap salah salah mengasuh
Apapun ia terima demi anaknya.

Katanya tak ada yang gratis didunia ini, mungkin saja, tapi seorang ibu dengan ikhlas memberi jasa yang luar biasa untuk anaknya secara gratis tanpa pamrih dan penuh pengorbanan.
kau dengar cerita tentang bagaimana ia mengalami perubahan emosi diawal ia mengandungmu.
bagaimana ia berjalan kesusahan membawa beban diperutnya saat ia akan melahirkanmu.
apa kau tau perjuangannya mengeluarkanmu dari rahimnya. mengerang kesakitan, mengeluarkan banyak darah.
kau tau ia meletakan jabatan dan embel2 lainnya saat kau ada. kaulah lagi perhatiannya tertuju.

saat kau bayi yang begitu kecil dan lemah, ibu bagaikan malaikat yang selalu menjaga dan mengasihimu, yang selalu membuaimu dengan nyanyian lembutnya, yang selalu tersenyum saat menatapmu, hingga kau merasakan kehangatan cintanya dan membuatmu bahagia .
ibu akan selalu melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun.

terima kasih ibu..

---- ooo bunda ada dan tiada dirimukan selalu ada didalam hatiku -----