Pages

30 November 2009

enam tahun yang lalu


tepat enam tahun yang lalu. saat dimana status sebagai istri tertulis,menyatakan demikian adanya takdir kehidupanku. menambah deretan tanggung jawab dan hak-hak yang wajib dipenuhi. lepas sudah kewajiban orang tuaku, merelakan anak tercintanya membina suatu kehidupan lain yang mungkin menjadi harapan setiap orang tua. 

dalam enam tahun ini ada suka dan duka, ada peristiwa dan proses pembelajaran tentang memahami orang lain, proses pengenalan yang terus menerus, serta proses menyesuaikan diri. belajar menerima kekurangan dan kelebihan dengan ikhlas.  masih banyak lagi dan saya makin sadar bahwa pengetahuan tentang ini sangat kurang, dan saya menikah dengan kekurangan itu.

dalam enam tahun ini terima kasih telah memberiku seorang anak yang sangat menyayangiku, yang tidak membiarkanku merasa sepi, yang mengganti kesedihan hati dengan kegembiraan.
dalam enam tahun ini terima kasih telah membuatku menjadi perempuan yang terus belajar. yang memberiku banyak kesempatan.

terima kasih telah memberi warna dalam hidupku.

29 November 2009

idul adha


idul adha kali ni berbeda dengan taun lalu, kalo taun lalu pulang ke jambi sekarang di bogor aja. kalo mau pulang ke jambi juga lagi ga ada ortu. semoga bisa pulang ke tanah air lagi dengan selamat dan menjadi haji mabrur, Insya Allah. 

kalo taun lalu ga terlalu mikirin keinginan untuk ke haji. taun ini keinginan itu kian menggunung. kapan ya? kapan ya? mau nanya ke sapa, tentu aja kediri sendiri. kalo kata orang sunda mah kabitaeun, iri pada semangat para jamaah haji.


 kalo taun lalu ga bisa sholat taun ini Alhamdulillah bisa sholat meski berdua aja dengan aya. kehebohan sudah terasa dari semalam. aya yang rada repot bangun pagi, harus diwanti-wanti kudu tidur senelum  jam sembilan. dan buah dari kerjasama aya pagi-pagi udah siap berangkat ke mesjid. sampai di mesjid penuh, semangat ga cuma para jamaah haji ternyata tapi seluruh muslim termasuk aya. nyempil sana sini akhirnya dapet juga lapak buat sajadah.

kalo taun lalu ketemu saudara di jambi, sekarang ngumpul dirumah buyut .rame banget, dan setelah enam tahun menikah (wah itukan besok. 30-11-03 / 30-11-09) masih banyak yang ga hapal muka atau nama.  aduh seandainya ada papa mmmm tetap tak menolong :D, untung dah ada aya, jadi ga bengong-bengong amat  diantara keluarga dari cicit mpe buyut yang pada kumpul.
bisa menyibukan diri dengan aya yang ga lama kemudian dah ga betah pengen pulang.



selamat hari raya idul adha 1430 H.




25 November 2009

bebek berbulu serigala

Airi tidak pernah tahu perasaan Esta yang sebenernya. tidak pernah tahu. semenjak jadian pertama kali dulu diruangan sebelah lab, jarang mereka terlihat ngobrol akrab di salah satu bangku dalam ruang kelas, salah satu pojok sekolah, atau makan bersama di kantin, keluar gerbang sekolah bareng saat waktunya bubaran sekolah, seperti layaknya sepasang kekasih remaja di sekolah ini.
padahal Airi dan Esta berada pada kelas yang sama.Esta terlihat canggung dan Airi anak yang cuek bebek Esta terlihat tak nyaman, dan Airi tak menyadari itu ya gimana mau sadar..bebek...

suatu malam si bebek eh airi dateng dan lagi-lagi karena bebek, airi dateng dengan segerombolan temennya, esta yang lagi menikmati istirahat malam sambil baca komik itu tak menyadari kalau bunyi motor didepan rumahnya itu adalah esta sampai bapak bilang kalau ada temen-temen esta didepan. "duh bapak biasa aja dong mukanya kok jadi serem gitu"
mungkin bukan salah si bebek yang cuek juga. esta selalu bersama temen-temennya disekolah, tidak ada ruang buat Airi. untuk pulang bersama ga mungkin, rumah airi di utara dan esta di selatan. meski tak ingin esta merasa harus memutuskan hubungan ini.ada banyak alasan dan ia merasa itu yang terbaik.

pasca pemutusan itu, si bebek berubah jadi serigala , bebek berbulu serigala deh cuek dan serem, esta sampe ga berani menatap matanya lagi. matanya memancarkan sinar kebencian. ah airi andai kau tau bagaimana perasaan esta sesungguhnya.

waktu terus berjalan, tak tau bagaimana kabar airi diseberang sana, esta menuju yogya pagi itu dengan teman-teman sekolahnya. bus yang akan membawa esta mulai bergerak maju, ia berharap ada lambaian atau tangan sibebek, tatapan jutegnya juga ga papa deh sebagai pengantarnya pergi meninggalkan bebek juteg sendirian untuk sementara waktu. tapi  itu tak pernah ada.  tunggu aku ya bebek. tetaplah jadi bebek jangan serigala.

to be continued...(mungkin nanti dibikin alamat lain ya)

nonton sinetron

jarang banget nonton yang namanya sinetron, klo pun tv mode on, pasti nangkringnya di channel tv one bukannya mau sok idealis, tapi cuma channel itu yang bagus. antena diluar sana seperti hidup tak segan mati tak mau. selain itu aya mauunya nonton dora, barney, ipin dan upin, pororo di cd/dvd. ini salah satu yang buat bunda berasa stress berat, pertama cd rom laptop yang rusak, dan sekarang dvd player ikut-ikutan rusak, gini niy kalo keseringan beli cd/dvd bajakan. jadilah malam ini kita nonton tv

"cari film dong bunda"
"iya bunda pindahin channel ya"
"nah yang itu aja bunda"
channel paling bejibun sinetronnya dan channel yang lain isinya pada semut. sebenernya negeri ini perduli ngga sih ma generasi penerus bangsa, kekhawatiran seorang ibu melihat acara-acara yang disediakan tv-tv dalam negeri.
bunda ngalah deh.
"aya nggak akan kasih tau bu tita deh (gurunya aya)"
"loh bu tita bener yang rugi aya sendiri loh nanti"
"ah bunda...tuh nunjuk sinetron yang lagi tayang, gila itu ga bagus ya bun"
"iya ga bagus, makanya bunda dan bu tita ga mau kalo aya nonton sinetron, itu jangan ditiru ya"
"makanya aya nonton sinetron jadi aya tau kata-kata yang ga baik"

gleg!!

undangan dan punya bayi

sambil online ngedengerin aya main dengan para bonekanya, lirik-lirik takut ketauan dan pasang telinga, apa sih yang diomongin anak kecil itu ada suara tapi gak jelas ngomong apa hihihihi kalau diliatin tuh anak bisa protes besar-besaran. anak perempuan rata-rata suka bermain peran. suka pura-pura jadi ibu tapi aya paling anti dipanggil ibu dan teteh keukeuh maunya kakak. hasrat terpendam ingin segera punya adik. kalo liat perut bundanya gendut dikit aja lantaran abis nelen cemilan-cemilan sampe remah-remahnya pun lenyap dari tempatnya, pasti dikira ada dede nya.

aya turun dari tempat tidur menghampiri bundanya, kenapa ya bun kalo orang menikah itu harus punya bayi? masih belum bangun syaraf-syaraf otak bunda yang agak-agak jongkok ini udah muncul lagi pertanyaan kenapa orang kalo mau punya bayi harus ada undangan dulu? yang keluar dari mulut bunda cuma hah? balik lagi ke pertanyaan semula, napa bun harus punya bayi?

hmmm biar ada yang dikitik-kitik,  hihihihihi aya ketawa menahan geli perutnya dikilikitik, trus napa harus buat undangan dulu? mungkin maksudnya kenapa harus nikah dulu, yaaa biar anaknya jadi anak yang soleh.

bunda ngeliatin aya, mencoba masuk kepikirannya, apa ya yang aya pikirin. yang diliatin cuma senyum-senyum. bunda tolong fotoin aya dong. dasar anak-anak.


Cintailah Aku

Di dalam hatimu
T'lah aku temukan
Arti kebahagian

Bersama dirimu
Aku merasa berarti

Sanggupkah dirimu
Untuk bertahan
Hingga waktu tak berjalan

Mencintaiku
Walau bintangku tak terang

Reff:
Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku
Tak ingin kau pergi
Takkan mampu ku hadapi dunia ini

Betapa hidupku takkan pernah sama
Bila kau tinggalkan ku
Tetaplah disini saling memiliki
Selama-lamanya

Back to Reff
Tiada arti semua bila kau pergi

Genggamlah tangganku dan peluklah diriku
Saatku jatuh nanti menangis sepi

Cintailah aku sepenuh hati
Sesungguhnya aku
Tak ingin kau pergi
Cintailah aku sepenuh hati
Tak ingin kau pergi
Takkan mampu ku hadapi dunia ini
Tiada arti semua bila kau pergi

23 November 2009

emak naik haji

Dear God,

Please take care of my mom and dad.

21 November 2009

jambi, bandung dan bogor

tiga kota dalam hidupku, jambi, bandung dan bogor. aku lahir di jambi, meski bukan orang jambi asli  eits tunggu dulu, izinkan aku menganalisa kata-kata "orang jambi asli"  maksudnya apa siy jambi asli, kedua orang tua asli jambi? atau cukup lahir di jambi dah asli  jambi? ah bodo, aku mrojol di jambi, tk, sd, smp dan sma dijambi  menurutku itu cukup membuktikan kalo aku orang jambi asli, secara statistik (ehmmm), sampai tamat sma itu berarti 16 - 17 tahun.

setelah tamat dari sma tahun 1996, berekreasi dengan passport study menuju bandung, akhirnya dengan sekantong suka duka cita selesailah tuh study di tahun 2000, berarti dibandung baru 4 tahun,  ini perhitungan kasar, sebenernya kurang siy lah wong tiap liburan pulang melulu, boro-boro mikirin semester pendek, ok lanjut..ternyata karena lagi bernasib baik menjelang kelulusan keterima kerja di sebuah perusahaan swasta sampai 2006 akhirnya berakhirlah passport tinggal sementara dibandung pada tahun itu dan berarti itu adalah 10 tahun di Bandung, dan teuteup bahasa sunda belum dikuasai.

akhir tahun 2006, pindah ke bogor lantaran lulus tes cpns menjadi pegawai negeri, kenapa siy kudu negeri, dari sd, smp sma negeri, perguruan tinggi juga tadinya pengen negeri tapi pa daya tak sampai. ah jangan dibahas bikin sedih....ngiiikk, sampai sekarang 2009 masih di Bogor, klo kata orang sunda  niy masih keneh di Bogor. catat di Bogor baru 3 tahun


selama pengembaraan ini, sebenernya masih tersimpan cita-cita untuk kembali menetap di tanah kelahiran.  bahkan tak jarang keadaan yang ada masih dibanding2kan dengan daerah kelahiran itu. ya lalu lintasnya kalo lagi berkendara, ya koondisi jalannya, bahakan sampe musim duren yang rasanya lah yang tak sama dengan durian disana, beginilah begitulah, padahal mungkin duriannya ya durian sana juga, tapi berhubung makannya disini rasanya jadi berbeda, kok bisa gitu ya... ck ck ck demam kampong halaman nih

tidok ah kali be biso mimpi kampong halaman, tapi agaknyo dak katek-katek...poooo dioooooo niyyy dak jelas jugo peci ee be...

19 November 2009

masih tentang perjalanan pulang

sore ini masih cerah, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. perjalanan pulang kali ini lewat dari jadwal seharusnya. ada beberapa pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan sampai tadi memutuskan untuk pulangpun pekerjaan itu belum selesai. pekerjaan yang biasa dihadapi menjelang tahun anggaran baru. pekerjaan biasa? ya...dan seharusnya tidak perlu ngaret pulang kali ini kalo pihak2 berkepentingan yang telah ditugaskan mengerjakan itu secara sadar dan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. bukannya melarikan diri dari kenyataan ke hal-hal lain. sorry agak keras karena diam ternyata  berujung babak belur sendiri.

17.15 saya langsung menyambar kunci motor berlari menuruni anak tangga, beberapa menit kemudian seperti biasa sudah bergabung dengan pengguna jalan lainnnya, menjelang maghrib meski cerah semua tampak terburu-buru,   saya merindukan perjalanan dengan rintik hujan di hari yang kemaren, semua orang berkendara dengan hati-hati  sambil menikmati tiap tetesan rintik hujan. tidak seperti sore ini semua pengendara tampak terburu-buru, mungkin ada yang ingin mengejar sholat maghrib dirumah, atau seseorang telah menunggu karena langit malam mulai unjuk gelap, kemacetan di beberapa titik, dan karena maghrib petugas yang tersisa hanya para pak ogah yang berdiri ditengah persimpangan.
ups ada tawuran, dengan kecepatan setinggi yang saya bisa melalui segerombolan anak sekolah dengan mulut yang tidak berhenti komat kamit. bukan asma Allah yang saya ucapkan melainkan "apaan siy...33x","aduh pulang 33x, jangan tawuran 33x".

rumah masih jauh dan azan telah berkumandang, oh anakku pasti telah masuk setelah dari tadi memanjat pagar menoleh kearah biasa saya muncul. sabar ya aya.macet panjang menyambut. saya benar-benar merindukan perjalanan dengan rintik hujan kemaren.

dahhh ngantug...capeee dan pegel terasa di hati dan body...:D

17 November 2009

rintik sang hujan

beberapa hari ini perjalanan pulang menuju rumah diguyur hujan,
kalo sebelumnya tetes hujan rapet, deras  banget sampe beberapa kali harus buka dan ngelap kaca helm yang berembun, tidak dengan sore hari ini, hujan rintik-rintik bersahabat tidak ada petir tidak ada kilat tidak ada angin, ini rintik hujan yang tenang, sengaja tak mengenakan jas hujan agar bisa tersentuh langsung dengan rintik sang hujan, begitu juga dengan kaca helm, sengaja tak ditutup rapat kecuali tiba giliran dibelakang mobil truk berasap pekat nan hitam menyesakan pernafasan (harusnya ga lulus uji kali ni mobil), sampai memacu adrenalin untuk segera menyalip tuh mobil.
sampai lupa apa nyanyian yang saya senandungkan sebelum disemprot knalpot truk tadi, rintik hujan mulai memenuhi jaket yang saya kenakan, kaca helm telah saya buka kembali, putaran roda motor seperti putaran cd yang memutar film kehidupan yang telah saya rekam tiap byte nya dalam memori otak saya, hujan rintik ini menghadirkan sisi romantis yang saya punya, meski itu tak sebanyak tetes rintik hujan. tiap kenangan yang ditayangkan menghadirkan senyum, walau dipenggalan kisah lainnya menitikkan air mata, dan lagi2 itu tak sebanyak tetes rintik hujan.
ini perjalanan yang menyenangkan, melaju dengan kenangan dimasa lalu, menertawai, terharu biru dalam rintik hujan yang tiap tetesnya menghadirkan syukur yang luar biasa, ternyata hidup yang saya lalui meski terkadang terasa sulit, terasa berat, selalu dibukakan jalan untuk melaluinya, dan mengenangnya dengan senyuman.

ttteeeeeeeeeeeeetttt, sampai di depan pagar rumah, sekali klakson, terdengar langkah aya berlari sambil menyerukan yel yel bunda pulang bunda pulang...
nice to meet u again, my princess.