Dalam perjalanan pulang, menuju kesana...
Aku lihat orang bersiap membawa bekal ..
Aku lihat orang tak perduli hanya acuh
Aku lihat orang yang tak percaya akan pulang...
Aku lihat orang yang lelah, menahan rasa rindu untuk pulang..
Aku lihat orang yang hanya menunggu tak bersiap..
Roda nasib yang mengantar terus berputar..
ada yang terlindas , menindas dan tertahan .. bertahan
aku sendiri...Tak pasti jalur jalan yang kutempuh
kutunggu putaran roda nasibku
bersiaplah berbekalah
berjumpa kita disana
28 July 2004
21 July 2004
naif
Bukan mau cerita tentang band naif, tapi tentang kita yang hidup dan suka naif.
Disaat yang sama kita bicara tentang menghargai orang lain? disaat itu kita enggan mendengarkan, kita lebih suka didengarkan.
Disaat yang sama kita memaki wakil rakyat yang menaiki mobil mewah, kita memberinya titel koruptor, disaat itu kita mencuri waktu untuk browsing di sela-sela jam kerja, kita lebih suka chatting dari pada working. hmm gw bangeeettttt...
Disaat yang sama kita berteriak untuk peduli lingkungan disaat yang sama pula kita mengepulkan asap rokok.
Caci maki dan unjuk kebolehan "cuap-cuap" untuk mengungkapkan argumen kadang membuat orang lupa untuk berintrospeksi diri, bahwa cucok gak sih apa yang keluar dari mulut dengan tingkah laku kita. Sssttt kalo gak, gak usah omong.Diam.
Lalu aku hanya berintrospeksi diri, bukan untuk memaki orang lain naif. Aku juga terlalu "naif" menuliskan semua ini.
Seorang temen bilang hal yang paling susah dari seorang pinter adalah "sikap tidak mau disalahkan", saat disalahkan panjang bangetttt argumennya.
hiii naif banget ya... "jangaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnlaaaaaaaaahhhh engkau bersedih"
Disaat yang sama kita bicara tentang menghargai orang lain? disaat itu kita enggan mendengarkan, kita lebih suka didengarkan.
Disaat yang sama kita memaki wakil rakyat yang menaiki mobil mewah, kita memberinya titel koruptor, disaat itu kita mencuri waktu untuk browsing di sela-sela jam kerja, kita lebih suka chatting dari pada working. hmm gw bangeeettttt...
Disaat yang sama kita berteriak untuk peduli lingkungan disaat yang sama pula kita mengepulkan asap rokok.
Caci maki dan unjuk kebolehan "cuap-cuap" untuk mengungkapkan argumen kadang membuat orang lupa untuk berintrospeksi diri, bahwa cucok gak sih apa yang keluar dari mulut dengan tingkah laku kita. Sssttt kalo gak, gak usah omong.Diam.
Lalu aku hanya berintrospeksi diri, bukan untuk memaki orang lain naif. Aku juga terlalu "naif" menuliskan semua ini.
Seorang temen bilang hal yang paling susah dari seorang pinter adalah "sikap tidak mau disalahkan", saat disalahkan panjang bangetttt argumennya.
hiii naif banget ya... "jangaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnlaaaaaaaaahhhh engkau bersedih"
14 July 2004
Bosan
Aku cuma bengong, mengatasi suntuk dan rasa bosan yang rasanya udah kayak bak mandi di rumahku yang diisi dan lupa nutup krannya, berluber kemana-mana?
Ada yang bilang salah satu cara untuk mengatasi suntuk dan bosan bisa dengan "bengong", ya bengong.
Dengan bengong sambil ngeliat pemandangan dibawah, gunung-gunung, atap-atap rumah orang, tetep dengan bengong dan dengan kosong pikiran, mengalir begitu saja.
Tak berhasil dengan bengong aku mulai meluncur di papan searching "google" mencari-cari.
Tetep bosen...judul hari ini bosen deh pokoknya. sudah negg kayak makan coklat kebanyakan.
Pengen deh rasanya berlibur, tapi kerjaan harus kosong jadi dah gak ada beban. Percumakan berlibur dengan beban pikiran duty feeling gitu jadinya. Jadi gak enjoy liburannya.
Makanya bengong-bengong, terus dong ngerjain tugas kantor biar bisa ambil cuti terus BERLIIIIIBUUUUUURRRRR...LIBUUURRR tlah tibva...LIIIIIBUUURRR tlah tiba.
Ada yang bilang salah satu cara untuk mengatasi suntuk dan bosan bisa dengan "bengong", ya bengong.
Dengan bengong sambil ngeliat pemandangan dibawah, gunung-gunung, atap-atap rumah orang, tetep dengan bengong dan dengan kosong pikiran, mengalir begitu saja.
Tak berhasil dengan bengong aku mulai meluncur di papan searching "google" mencari-cari.
Tetep bosen...judul hari ini bosen deh pokoknya. sudah negg kayak makan coklat kebanyakan.
Pengen deh rasanya berlibur, tapi kerjaan harus kosong jadi dah gak ada beban. Percumakan berlibur dengan beban pikiran duty feeling gitu jadinya. Jadi gak enjoy liburannya.
Makanya bengong-bengong, terus dong ngerjain tugas kantor biar bisa ambil cuti terus BERLIIIIIBUUUUUURRRRR...LIBUUURRR tlah tibva...LIIIIIBUUURRR tlah tiba.
Subscribe to:
Posts (Atom)