Pages

10 September 2003

Aku, Padi dan Pemulung di Konser Akrab Djarum Coklat
Fadli ~ Vocal
Piyu ~ Lead Guitars

Aku merasa malas bangkit dari tempat tidur pagi ini, dingin banget soalnya. Tapi aku punya kewajiban di kantor, paling nggak sekedar isi absen.
Kalo dipikir-pikir rasanya jauh banget dari rasa syukur. Dulu waktu belom dapet kerja, dalam hati pernah janji klo dapet kerja mau rajin kerja, sekarang setelah dapet beda lagi... udah lupa sama janji.
Sekali-kali emang kita perlu liat kebawah jangan keatas terus, walau mungkin dengan terbang lebih tinggi makin bagus pemandangan yang bisa kita liat, tapi resikonya jatuhnya lebih sakit.
Eh ya tanggal 3 september yang lalu, Aku liat konser akrabnya Djarum Coklat, ada GIGI yang pertama kali muncul, ada juga nugie yang bawain cuma 3 lagu, terus nih dia yang ditunggu PADI, nggak lucukhan kalo ngaku SOBAT Padi tapi nggak nonton konsernya.
Expresif, menjerit-jerit, menyanyi dengan loud speak, nggak perduli lagi dengan sekitar. Ada pemulung sampah, dibawah kita, tepat dibawah tempat kita mengikuti lagunya Padi.
Dia tidak perduli sama konser itu, mungkin dia perduli juga, karena semakin banyak sesuatu yang dia pulung.
Aku masih saja bernyanyi, walau mataku nggak ke PADI lagi, aku terus melihat pemulung yang sangat teliti meliat barang yang ia pulung. Sampai ia berlalu dari tempat kami, dan mataku kembali tertuju kepada PADI.
Aku bernyanyi lagi dengan ribuan Sobat Padi, aku hanya melihat sekilas ke pemulung dan setelahnya aku hanya ingat Padi. Aku tau Padi menuai hasil dengan konsernya, fansnya terpuaskan sudah, kuharap kau juga menuai hasil yang lebih. Anggap kami bernyanyi menghiburmu bekerja.

Kepada pemulung yang kuliat di 3 september malam, aku masih saja belum bisa melakukan satu hal yang berarti dalam perjalanan seperempat abad hidupku.
Semoga lebih deras rezekimu mengalir walau sebagai pemulung.