Pages

09 June 2009

Luka

Luka yang tak kunjung sembuh

Sekalipun tak kau dengar rintihan kepedihan
Sekalipun tak ada noda merahnya darah
Luka itu bersimbah air mata

Dalam senyum termanis
Dalam tawa tergelak
Dalam lagu bersenandung
Sekilas tak tampak lukanya
Sekilas kebahagiaan mengelilinginya
Sekilas tak pernah badai menerpanya
Badai yang menghempasnya keras
Hingga hatinya sekarang adalah susunan kepingan.

Jika kau jeli melihat kelompak matanya
Sembab sisa tangisan semalam
Tak lepas pertanyaan dikepala gerangan apa yang telah terjadi padanya?

Senyum manis itu dari kepingan yang menyatu dengan kepingan lainnya
Tawa tergelak itu bagian terbesar dari kepingan
Lagu bersenandung itudari sempurnanya kepingan –kepingan itu membentuk
Dan air mata itu terkadang mengalir dari garis-garis sambungan

0 comments: