Sekarang, dimana dunia kita benar-benar berbeda kita bicara tentang hari-hari yang tak sempat kita habiskan bersama.
Didunia yang benar-benar berbeda ini, semakin kita sadar dahulu dimana kita berada pada dunia yang sama, ternyata kita sama-sama ingin berada pada dunia yang sama suatu hari kelak.
Masih didunia yang berbeda ini, kita bicarakan tentang dunia kita yang dulu sampai hanyut seakan ingin kembali kedunia itu.
Benar-benar berarti hingga dalam setiap kenangan yang sering kita bicarakan membuat kita lupa dunia kita berbeda adanya.
Benarkah kita ingin kembali ke dunia itu by?
Seberapa berarti dunia itu buat kita, aku dan kamu?
Mungkin dunia itu indah karena telah menjadi kenangan, dan mungkin dunia kita yang sekarang, sebenarnya jauh lebih indah. Setidaknya begitu keyakinanku melihat dan mendengar kabar dari duniamu.
Sorot matamu lebih cemerlang di duniamu kini.
Senyummu lebih mengembang diduniamu yang ini.
Langkahmu lebih tegap berjalan seakan menantang di duniamu yang sekarang.
Seberapa panjang lorong waktu yang kita lalui untuk kembali ke dunia dulu, sadar kita tak akan bisa kembali kedunia itu.
Terkadang setengah memaksa terus menelusuri lorong waktu itu dan selalu kehabisan waktu. Diujung waktu, kita sama-sama terduduk saling menatap, dengan pertanyaan yang sama di kepala, kapan saatnya kita bisa sama-sama menelusuri lorong-lorong waktu lainnya. Belum lagi pertanyaan itu terjawab, kita telah kembali, aku pada duniaku dan kamu pada duniamu.
Dan dunia kita benar-benar berbeda.
0 comments:
Post a Comment