Bogor dikenal dengan kota hujan, dengan hutan ditengah kota, kebun raya menjadi modal besar bagi sang awan menurunkan titik air. minggu-minggu ini tiap sore hujan deras mengguyur sang kota hujan lengkap dengan petir dan angin.Adalah semacam uji nyali untuk menggelar sebuah acara besar secara outdoor. walaupun tetap berjalan hasil tentu tidak maksimal. antisipasi dengan tenda tertutup yang katanya mirip rumah anggrek itu ide bagus tapi dengan ditutup semua dan tanpa hiasan bintang tampaknya sama halnya bagai dalam sebuah ruangan, kalo sudah begitu kenapa tidak indoor sekalian.
ketika pertama kali saya liat tenda memang seperti apa yang orang bilang, rumah anggrek, rumah burung namun ketika saya masuk dalam tenda suasananya beda apa yang tampak dari luar tak sama dengan didalam. ini jadi pengalaman baru ide menarik dari orang muda, keliatan kreativitas mereka beda jauh levelnya. saya bayangkan jikalau bintang-bintang memayungi namun taympaknya bogor ingin menunjukan khasnya...bukan tales, kujang, atau asinannya justru hujannya.
bukankah cara menikmati hujan itu dengan berhujan-hujanan?
---acara selesai akhirnya---
hari ini tidak hujan seorang teman send sms : "coba apeksi pembukaannya malam sekarang ya?"
dear friend...
saya kok bersyukurya, bagaimana jika Sang Pencipta hujan menurunkan hujan sebagaimana hari jumat..
jumat sore hujan deras melanda bogor dengan merobohkan sebuah pohon dan menimpa sebuah mobil. bayangkan ... bagaimana jadinya

0 comments:
Post a Comment