Pages

13 October 2014

Jambi Berasap Nian

meskipun saya tidak pernah merasakan suasana penuh asap pekat menyelimuti kota yang menjadi kejadian rutin tiap tahun yang harus dirasakan masyarakat kotaku tapi bisa dirasakan bagaimana mengganggunya keadaan itu. saya bisa merasakan lagi karena separuh saya ada disana..ibu, kakak-kakak, sanak saudara tanpa terkecuali yang tak bisa saya sebutkan.
sore lalu saya menelpon orang tua saya untuk sementara tinggal di Bogor dulu sampai udara disana membaik seperti semula. saya tau penerbangan masih tidak memungkinkan.
kejadian kemaren penerbangan dua hari yang lalu jumat dan sabtu dicancel , untuk menuju Jambi penerbangan bisa dialihkan ke Palembang dan Padang.
untuk ke Palembang mungkin masih wajar. karena Palembang relatif dekat dengan Kota Jambi  sekitar 4 jam perjalanan dengan travel L 300 atau Bus. dan lagi-lagi seat ke Palembang penuh. tidak ada pilihan lain yang sudah terdampar di Bandara Soetta, memilih untuk mengalihkan penerbangan ke Padang...ooo sudah terbayang remuknya body . Bagaimana tidak Padang - Jambi harus ditempuh setidaknya 10 jam perjalanan menggunakan mobil. Penuh perjuangan. waktu, money and then body.
tapi tetep harus dijalani., harus menepis bayangan kasur empuk, sandaran hangat keluarga..kedengerannya horor banget ya..mungkin kalo saya yang bepergian demikianlah horornya.


menjadi catatan nanti kalo masih bisa milih gubernur secara langsung..pilihannya gubernur yang punya program kerja mengatasi asap yang tahun-tahun belakangan ini menghantui kota Jambi dan sekitarnya.


0 comments: