Pages

30 November 2015

saya lalai ?

seorang temen berkata ..saya itu lalai. setelah itu beberapa hari saya mikir dan menyalahkan diri sendiri kenapa saya begitu lalai..saya membenarkan apa yang teman katakan untuk saya. tanpa berani saya ngaca. saya terlalu takut untuk ngeliat diri sendiri. dan mempercayai bahwa saya lalai.
lama saya mencari-cari kenapa saya lalai. dan selalu berujung pada kemarahan pada diri sendiri. bayangkan berhari-hari saya tak berani melihat kedalam diri. saya selalu menyalahkan diri sendiri karna ngga punya alasan kenapa saya lalai. atau saya yang ngga pandai dan tak bisa melihat kenapa saya lalai.
hidup saya jadi tidak bahagia. selalu merasa bersalah. saya menjalani semuanya tapi dari dalam saya memendam rasa bersalah mendalam cuma gara-gara katanya saya lalai. dan bodohnya saya meresapi terlalu dalam kata-kata itu.

siang ini selepas menjemput kid dari sekolah dan mengantarnya pulang saya mampir di sebbuah warung membeli minuman dingin. tiba-tiba dari dalam hati saya seperti bertanya siapa dia yang bilang kamu lalai.
emang hidup dia benar. benar ya...karena kadang kebenaran itu tak terlihat.
mungkin dia sudah bekerja mapan terlihat sempurna tapi dapat darimana ..awalnya bagaimana apakah prosesnya benar.
pertanyaan terbalik ini membuat saya sedikit lega.
saya  melakukan semuanya dengan benar. saya masuk sekolah, pekerjaan dan apa yang saya dapat dari proses yang benar. tidak kkn tidak menyogok tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain. semua orang memilih jalannya sendiri. saya menghargai itu.
sedikit lega..tapi saya masih merasa lalai.






0 comments: