Pages

11 August 2016

Main ke Adzikra

Kemarin (10/8/16) saya menemani teman ke pesantren Adzikra di sentul, pesantren milik ustad kondang, Arifin Ilham. Masuk dari gerbang yang berbeda waktu pertama kali datang kesana. Saat pertama kali datang kesana masih ada pekerjaan renovasi dan sekarang sudah rapi.
Terus terang sudah lama saya tidak merasakan suasana pesantren, merasa tenang, nyaman sejuk hati beda ya dengan suasana mall yang hiruk pikuk bikin galau liat barang-barang bagus cuma bisa diliat doang, getar-getir antara pengen sama sayang ma duit hehehe

Kunjungan ke pesantren ini mengunjungi anak temen yang baru saja lepas dari sekolah dasar dan meneruskan kelas 7 dengan mondok  Tadi sang ibu yang temen saya ini mendapat telpon dari nomor tidak dikenal...mendengar suaranya ternyata anaknya yang ingin dijenguk.
Sekalian solat zuhur berjamaah di Masjid yang keliatan megah kubahnya dari jalan tol jagorawi ini. Tempat Wudhunya bersih kran airnya panjang dan banyak ada tempat duduk jadi bisa berwudhu sambil duduk. sejuk dan teduh hal yang hilang beberapa tahun belakangan ini.

Setelah sholat kami makan di kantin, tadinya saya ingin memisahkan diri dari ibu dan anak ini, memberi ruang curhat buat sang anak yang lagi home sick.
Temen saya memperkenankan saya untuk bergabung sambil makan siang bareng, anak membawa seorang temen jadilah kita maksi berempat. Saya mengajak teman anak ngobrol-ngobrol sedikit matanya sayu orang sukabumi anak pertama. "Betah ngga?" ia menganggukan kepala. Dihadapan saya anak temen menangis ingin pulang udah ga tahan lagi rengeknya. Lama membujuk rayu ibunya agar dia bisa pulang ke rumah. terlihat ibunya bimbang. tadi di mesjid waktu sholat berjamaah ibunya menangis haru. Kali ini tak ada tampak sisa kesedihan itu. Ia tegar dan menegaskan ke anak kalo itu ga mungkin. Anak mengancam akan kabur naik grab.  Sesekali temen saya memberi kode minta pendapat. Pasti sedih rasa seorang ibu melihat anaknya begini. Ia datang untuk meyakinkan diri kalau anaknya tidak sakit dan dalam keadaan baik-baik saja. Hanya shock, peralihan dari yang biasanya main mulu dengan kegiatan padat yang menempanya menjadi baik dikemudian kelak.

waktu menunjukan 13.45 WIB kami harus segera kembali karena sayapun harus menjemput kungkuw. Alasan itu pula yang menjadi senjata untuk kami diizinkan pulang dengan sang anak walaupun masih terasa haru biru sang anak yang merengek. Yang kuat ya abang tante doain dari sini.

0 comments: