mungkin ini yang dinamakan menggunakan logika terbalik.
awalnya saya kira akan dibuat jalur trans pakuan itu transportasi semacam trans jakarta. ini pekerjaan hampir jadi dan itu trotoar atau bahasa kerennya pendestrian untuk mengakomodir pejalan kaki. emang banyak ya disini yang jalan kaki sudah disurvey ya?
atau buat jalan khusus sepeda cuma seputar kebun raya aja gitu emang efektif ya?
masih cari-cari sebenernya lagi buat apa ya? maksudnya apa?
saya serius nanya? baca koran dong, iya jarang baca koran sih. emang ada ya dikoran sosialisasinya
alasannya pasti hebat karena berani menghilangkan satu lajur jalan, mana kota ini punya jaringan jalan ya segitu-gitunya aja padahal forecast kendaraan terus naik ga pernah turun.
secara logika saya (awam) tentu butuh kapasitas jalan yang lebih besar. lalu yang tampak depan mata adalah pengurangan kapasitas jalan yang sebelumnya juga berkurang atas nama parkir.
lebih rumit lagi ketika tidak efektif...sulit mengembalikan jalan seperti sedia kala..pasti gerenjulan maaf ya kosa kata terbatas hahahaha
23 November 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment