Pages

18 January 2017

membalik logika yang terbalik


beberapa orang memang dianugerahi keahlian itu berencana, sebagian lagi untuk membangun, sebagian lagi untuk menjaga dan sebagian lagi untuk memanfaatkan, sebagian lagi untuk berkomentar. suatu hari dicuaca yang panas dengan hembusan angin yang sejuk kami memulai hari mengitari kota...ulalala..sambutan yang baik kendaraan berjajar mundur ga bisa maju ga bisa. pemandangan yang ga aneh, beberapa temen lama pun bertanya "masih macet" kalo bertemu dengan saya dan menjadi kalimat basa basi. dia bahkan tak memerlukan jawaban.
untuk keluar dari keseharian yang membosankan pun harus menempuh kejenuhan, seseorang di belakang kemudi sudah mulai berkomentar, anak-anak yang antusias untuk jalan-jalan mulai tak menikmati jalan. mulai meminjam handphone untuk bergame ria menghilangkan kejenuhan macet..catat ya..kemacetan membuat anak-anak memilih gadget....ibu ibu memilih bantal...
sebelum sampai di pintu tol, mengelilingi seputar kebun raya menjadi wajib hukumnya. pedestrian nan cantik dan lebar hal yang sangat istimewa untuk ukuran kota ini. pengendara harus mengalah kali ini (jadi inget nyinyiran saya  di logika terbaik), karena underpass-pun tidak mengurangi kemacetan. ngga mau macet? turun dari mobil dan jalan!





dalam rangka sebagai bagian dari orang yang memanfaatkan sarana walaupun agak terlambat iya yang lain sudah lebih dahulu mencoba....berolahraga di pedestrian seputar kebun raya..ya jalan kaki ya lari ya foto2 ya vlog iyayyyy...
jadi apakah pedestrian ini menarik karena perlu eksis di medsos....kembali ke anda...sebagai bagian apakah anda...bagian dari yang narsis, eksis, atau .....



0 comments: