beberapa hari ini perjalanan pulang menuju rumah diguyur hujan,
kalo sebelumnya tetes hujan rapet, deras banget sampe beberapa kali harus buka dan ngelap kaca helm yang berembun, tidak dengan sore hari ini, hujan rintik-rintik bersahabat tidak ada petir tidak ada kilat tidak ada angin, ini rintik hujan yang tenang, sengaja tak mengenakan jas hujan agar bisa tersentuh langsung dengan rintik sang hujan, begitu juga dengan kaca helm, sengaja tak ditutup rapat kecuali tiba giliran dibelakang mobil truk berasap pekat nan hitam menyesakan pernafasan (harusnya ga lulus uji kali ni mobil), sampai memacu adrenalin untuk segera menyalip tuh mobil.
sampai lupa apa nyanyian yang saya senandungkan sebelum disemprot knalpot truk tadi, rintik hujan mulai memenuhi jaket yang saya kenakan, kaca helm telah saya buka kembali, putaran roda motor seperti putaran cd yang memutar film kehidupan yang telah saya rekam tiap byte nya dalam memori otak saya, hujan rintik ini menghadirkan sisi romantis yang saya punya, meski itu tak sebanyak tetes rintik hujan. tiap kenangan yang ditayangkan menghadirkan senyum, walau dipenggalan kisah lainnya menitikkan air mata, dan lagi2 itu tak sebanyak tetes rintik hujan.
ini perjalanan yang menyenangkan, melaju dengan kenangan dimasa lalu, menertawai, terharu biru dalam rintik hujan yang tiap tetesnya menghadirkan syukur yang luar biasa, ternyata hidup yang saya lalui meski terkadang terasa sulit, terasa berat, selalu dibukakan jalan untuk melaluinya, dan mengenangnya dengan senyuman.
ttteeeeeeeeeeeeetttt, sampai di depan pagar rumah, sekali klakson, terdengar langkah aya berlari sambil menyerukan yel yel bunda pulang bunda pulang...
nice to meet u again, my princess.
17 November 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment