Pages

25 November 2009

bebek berbulu serigala

Airi tidak pernah tahu perasaan Esta yang sebenernya. tidak pernah tahu. semenjak jadian pertama kali dulu diruangan sebelah lab, jarang mereka terlihat ngobrol akrab di salah satu bangku dalam ruang kelas, salah satu pojok sekolah, atau makan bersama di kantin, keluar gerbang sekolah bareng saat waktunya bubaran sekolah, seperti layaknya sepasang kekasih remaja di sekolah ini.
padahal Airi dan Esta berada pada kelas yang sama.Esta terlihat canggung dan Airi anak yang cuek bebek Esta terlihat tak nyaman, dan Airi tak menyadari itu ya gimana mau sadar..bebek...

suatu malam si bebek eh airi dateng dan lagi-lagi karena bebek, airi dateng dengan segerombolan temennya, esta yang lagi menikmati istirahat malam sambil baca komik itu tak menyadari kalau bunyi motor didepan rumahnya itu adalah esta sampai bapak bilang kalau ada temen-temen esta didepan. "duh bapak biasa aja dong mukanya kok jadi serem gitu"
mungkin bukan salah si bebek yang cuek juga. esta selalu bersama temen-temennya disekolah, tidak ada ruang buat Airi. untuk pulang bersama ga mungkin, rumah airi di utara dan esta di selatan. meski tak ingin esta merasa harus memutuskan hubungan ini.ada banyak alasan dan ia merasa itu yang terbaik.

pasca pemutusan itu, si bebek berubah jadi serigala , bebek berbulu serigala deh cuek dan serem, esta sampe ga berani menatap matanya lagi. matanya memancarkan sinar kebencian. ah airi andai kau tau bagaimana perasaan esta sesungguhnya.

waktu terus berjalan, tak tau bagaimana kabar airi diseberang sana, esta menuju yogya pagi itu dengan teman-teman sekolahnya. bus yang akan membawa esta mulai bergerak maju, ia berharap ada lambaian atau tangan sibebek, tatapan jutegnya juga ga papa deh sebagai pengantarnya pergi meninggalkan bebek juteg sendirian untuk sementara waktu. tapi  itu tak pernah ada.  tunggu aku ya bebek. tetaplah jadi bebek jangan serigala.

to be continued...(mungkin nanti dibikin alamat lain ya)

0 comments: