Pages

12 September 2013

perpisahan

Setelah semua yang dijalani selalu ada kursi untuk bersandar melepas lelah sebentar untuk menghapus keringat yang jatuh, untuk menghela napas panjang. Dan sebuah  meja untuk meletakan  minuman  dan laptop untuk  melihat dunia luar  dan  berbagi cerita  lewat status

yang paling menyedihkan itu perpisahan...
Perpisahan begitu menyedihkan...tapi selalu bersanding dengan pertemuan. Semua kisah selalu diawali dengan pertemuan langsung maupun tidak langsung, maya ataupun nyata.
Perpisahan dengan orang tua, suami/istri, anak, sahabat, teman, pacar, pembantu dan semua orang-orang terdekat yang menjadi bagian dari hidup, yang menjadi bagian dari cerita yang memberi warna. Pernah suka, tertawa bareng, Saling rangkul dikala duka melanda, saling mengingatkan, yang menyediakan bahunya untuk disandar, yang memberikan sehelai tisyu, yang mengulurkan tangan untuk diraih dan memberi maaf kembali berbaikan dan masih banyak lagi.
Perpisahan selalu menyedihkan saya membayangkannya saja mulai merasakan hawa kesedihan itu pikiran itu dikepala saya berkolaborasi baik dengan tenggorokan membuatnya langsung mengering, begitupula dengan kelenjar air mata langsung menumpahkan persediaan air mata.
Sore itu anak bungsu saya yang lucu mengajak saya untuk menemaninya bermain, tapi badan saya tak begitu fit untuk itu , walaupun sudah saya beri penjelasan dia terus merengek sambil menarik-narik tangan saya untuk bermain. Padahal pinggang, punggung, bahu dan kepala terasa sakit dan saya hampir tak kuat menahan itu.
“dedek main sama kakak dulu ya”
“gaaaakkkk”
“bunda lagi sakit dek”
“bundaaaaa” sambil tarik-tarik tangan saya. Saya sedih sekali waktu itu ga banyak waktu yang saya habiskan bersama anak saya, dan anak saya pun secara alami tak banyak waktu menunggu, dia ga akan lama untuk  tetap kecil merengek dia akan cepat terus tumbuh menjadi besar dan setelah besar pasti akan susah sekali untuk dipeluk dan diciumi. Tapi kondisi tubuh saya benar-benar sakit. Saya bayangkan alangkah sedihnya bisa saya meninggalkannya saya hanya selintas membayangkan itu tapi mata saya mulai perih dan air mata mulai terasa akan tumpah. Oh God...semua adalah suratan takdir.
Karena air mata mulai terasa dipermukaan mata dan kalo si bungsu yang lucu ini tau pasti banyak pertanyaan. Saya pejamkan mata untuk menghindarinya.
“bunda bangun...”
Saya diam tak bergeming mata terpejam dan kepala saya jatuh menjauh dari sisi dimana ia berada.
“bunda” digoyang-goyangkannya badan saya dibuka-bukanya kelopak mata saya, dengan nada sedih dia bilang “ya bunda mati...” dan lari menghampiri kakaknya “kak bunda mati”
“iiyy bimo” terdengar suara kakaknya
“sini kak” digeretnya kakaknya
“iyy bunda..”kakaknya dah hapal betul bagaimana membuat saya geli kemudian tertawa.
“bunda jangan gitu dong” kata sikakak kembali ke tempatnya.
Sibungsu masih tertawa bersama saya...ia senang saya masih bersamanya tertawa. Saya pura-pura pingsan.
Dia terdiam sesaat memegang kelompak mata saya yang meratap dan kemudian berlari ke kakaknya
“kak bunda mati lagi” rengeknya
Kakaknya tertawa dan saya pun langsung bangkit dan tertawa. Bimo pun ikut tertawa
Ya Allah nak...
“Bunda jangan gitu lagi dong” kata si kakak
“kalau iya(beneran) bagaimana?”
“ihhh bunda " kakak menutup matanya dengan keduatangan "aya ga mau”
“Ga boleh ngomong begitu” saya memberi isyarat dengan telunjuk. Kami (saya dan kakak ) sepakat untuk diam dan tidak membahasnya
Perpisahan emang susah untuk diterima. Dari perpisahan dengan seseorang mengakibatkan pisah dengan suasana dan kondisi yang pernah tercipta. Sangat menyedihkan apalagi perpisahan itu bersifat permanen didunia ini.
Tidak dengan orang, perpisahan dengan barang yang kita miliki sayangi yang kita jaga keberadaannya pun membuat kita sedih. Saya pernah kehilangan hp saja menjadi segalanya terasa sulit. Buntutnya bisa menyedihkan soalnya mengakibatkan saya berpisah dengan duit tabungan.
00.03
Mulai dini hari nih memasuki hari baru, mengapa kita tak berasa sedih..padahal hari-hari terus berlalu tapi diminggu yang akan datang akan ketemu lagi dengan hari rabu ,bila jasad ini belum berpisah dengan ruh. Mungkin karena ada harapan untuk menjadi lebih baik di hari berikutnya, ada cita-cita yang ingin dicapai, karena ada orang-orang disekitar lingkungan kita  yang selalu mengisi hari-hari dan berharap akan kita jumpai esok hari.
Sleep well all. Maafkan segala salah.

0 comments: