Itu judul diatas apaan ya sebagai ibu rumah tangga tak pikir cuma perlu tau bayem, bawang, kangkung, terasi dan kawan-kawan, sama bayar listrik, bayar air, uang sekolah, bayar pajak, zakat dan nyapu nyuci ama dandan aja. Ternyata ibu rumah tangga itu profesi multiskil bisa jadi guru, bisa jadi juru masak, laundry, satpam dan yang paling susah budgeting. Kenapa paling susah? pokoknya diolah dan diramu yang ada gimana caranya cukup. Cukup dan ga nambah hutang. Horor ya. Jangankan mau nyalon, mau update gaya aja harus liat list dulu yang penting-penting udah checklist atau malah cross.
Kalo saya dan suami pokok bagi kami adalah makan alias pangan dan anak-anak harus dapat pendidikan terbaik yang kami bisa. Untuk kondisi ideal rasanya sulit tapi tak masalahlah kerja apa dan gaji berapa yang paling penting jangan lupa bersyukur.
Rasanya perlu juga kita belajar sedikitlah walaupun otak udah nyerah ga mau diajak mikir (mungkin dia lelah). Sedikit nambah wawasan walopun saya yang ga bisa coffee syantik sama mak-mak ngehits, tapi bisalah liat status mak-mak yang sukarela berbagi ilmu.
Semenjak anak pertama lahir saya sudah mikirin soal pendidikan dan kebetulan saya berkenalan dengan tabungan pendidikan yang dilahirkan oleh Bank Niaga waktu itu kira-kira tahun 2005. Tiap bulan dipotong seratus ribu rupiah. Terlihat sangat kecil ya untuk ukuran sekarang. Sekarang sudah dijadwal jatuh temponya untuk kakak dan adek tamat smp, tamat sma. Pas jatuh tempo kadang uang simpanan malah ga terpakai banyak untuk masuk sekolah. Mulai kenalan sama deposito, walaupun ditengah gonjang ganjing permasalahan riba. Deposito ini niatnya cuma menahan turunnya nilai mata uang. Bukan cari keuntungan. karena kalo cari keuntungan bunga deposito ga seberapa dan itu masih dipotong pajak. Perbandingan bunga pinjaman dan deposito atau tabungan itu jomplang banget. Kasarnya klo 15.0000 hari ini bisa buat beli beras 1 kg. Dengan mendepositokan 15.000 itu tahun kedepan masih bisa beli beras 1 kg lagi. Itu aja.
Setahun kebelakang atas saran suami, saya kenalan dengan reksadana. Reksadana itu pasar modal, uang kita dikelola oleh manager. Banyak sekali produk reksadana yang diperkenalkan. Kita bisa meraba-raba dengan melihat trend sekarang misalnya sekarang pemerintah lagi giat-giatnya membangun infrastruktur, kita bisa pilih produk reksadana mana yang bisnisnya pada sektor infrastruktur dan seterusnya. Kemudahan sekarang reksadana saat ini ada yang mulai dari seratus ribu perbulan. wow seratus ribu bisa punya saham.
Baru dua hari yang lalu saya dikenalkan dengan namanya Obligasi. Zaman semakin maju beberapa bank tak lagi memakai buku tabungan zaman IT ini bank-bank menggunakan eStatement sebagai pengganti buku tabungan. Kita bisa dikirimin melalui email atau web-web resmi dari Bank untuk bertransaksi, memantau dan memproses tambah lagi sekarang ada eMoney ga masalah itu tidak pegang uang. asal pegang hp dan koneksi internet. Marketing perbankanpun lebih creative. Singkatnya Marketing menawarkan saya suatu produk obligasi dengan penjelasan bahwa suku bunga saat ini sedang turun dan lagi-lagi karena pemerintah sedang giat-giatnya membangun dan pasti membutuhkan banyak dana karena itu kupon (bunga) obligasi meningkat.
Niatnya investasi, karena kita gak bisa bisnis, danapun seadanya. Harus sedikit ngulik. tapi tetep ya hati-hati sama investasi bodong yang lagi marak.
Ngopi dulu yuk...
Semenjak anak pertama lahir saya sudah mikirin soal pendidikan dan kebetulan saya berkenalan dengan tabungan pendidikan yang dilahirkan oleh Bank Niaga waktu itu kira-kira tahun 2005. Tiap bulan dipotong seratus ribu rupiah. Terlihat sangat kecil ya untuk ukuran sekarang. Sekarang sudah dijadwal jatuh temponya untuk kakak dan adek tamat smp, tamat sma. Pas jatuh tempo kadang uang simpanan malah ga terpakai banyak untuk masuk sekolah. Mulai kenalan sama deposito, walaupun ditengah gonjang ganjing permasalahan riba. Deposito ini niatnya cuma menahan turunnya nilai mata uang. Bukan cari keuntungan. karena kalo cari keuntungan bunga deposito ga seberapa dan itu masih dipotong pajak. Perbandingan bunga pinjaman dan deposito atau tabungan itu jomplang banget. Kasarnya klo 15.0000 hari ini bisa buat beli beras 1 kg. Dengan mendepositokan 15.000 itu tahun kedepan masih bisa beli beras 1 kg lagi. Itu aja.
Setahun kebelakang atas saran suami, saya kenalan dengan reksadana. Reksadana itu pasar modal, uang kita dikelola oleh manager. Banyak sekali produk reksadana yang diperkenalkan. Kita bisa meraba-raba dengan melihat trend sekarang misalnya sekarang pemerintah lagi giat-giatnya membangun infrastruktur, kita bisa pilih produk reksadana mana yang bisnisnya pada sektor infrastruktur dan seterusnya. Kemudahan sekarang reksadana saat ini ada yang mulai dari seratus ribu perbulan. wow seratus ribu bisa punya saham.
Baru dua hari yang lalu saya dikenalkan dengan namanya Obligasi. Zaman semakin maju beberapa bank tak lagi memakai buku tabungan zaman IT ini bank-bank menggunakan eStatement sebagai pengganti buku tabungan. Kita bisa dikirimin melalui email atau web-web resmi dari Bank untuk bertransaksi, memantau dan memproses tambah lagi sekarang ada eMoney ga masalah itu tidak pegang uang. asal pegang hp dan koneksi internet. Marketing perbankanpun lebih creative. Singkatnya Marketing menawarkan saya suatu produk obligasi dengan penjelasan bahwa suku bunga saat ini sedang turun dan lagi-lagi karena pemerintah sedang giat-giatnya membangun dan pasti membutuhkan banyak dana karena itu kupon (bunga) obligasi meningkat.
Niatnya investasi, karena kita gak bisa bisnis, danapun seadanya. Harus sedikit ngulik. tapi tetep ya hati-hati sama investasi bodong yang lagi marak.
Ngopi dulu yuk...


0 comments:
Post a Comment